KATA PENGANTAR
الحمد
لله الذي أوضح الطريق للطالبين وسهل منهج السعادة للمتقين وبصر بصائر المصدقين
بسائر الحكم والأحكام في الدين ومنحهم أسرار الإيمان وأنوار الإحسان واليقين وأشهد
أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين وأشهد أن سيدنا محمدا عبده
ورسوله الصادق الوعد الأمين القائل من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين صلى الله
عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين
Segala puji dan syukur kami haturkan hanya
pada Allah SWT sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta beserta isinya.
Shalawat serta salam tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya yang
terakhir, yang telah membawa umatnya pada realisasi kehidupan yang benar
menurut Al-Quran dan Al-Sunnah.
Berkat rahmat dan karunianya,
serta di dorong kemauan yang keras disertai kemampuan yang ada, akhirnya kami
dapat menyelesaikan makalah ini yang membahas tentang ”ISLAM AGAMA YANG
BENAR” dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa
materi yang di sampaikan dalam makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan,
karena banyaknya kesulitan yang kami hadapi dalam penyusunan makalah ini.Namun
Alhamdulilah berkat semua kerja keras kami serta bantuan berbagai pihak
akhirnya makalah ini bisa terselesaikan yang pada hakikatnya semua ini berkat
inayah dan irodah Allah SWT.
Cirebon, 25 Februari 2015
penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL........................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................ ii
DAFTAR
ISI........................................................................................... iii
BAB I : PENDAHULUAN
.................................................................... 4
A.Latar
belakang................................................................................. 4
B. Rumusan masalah........................................................................... 6
C. Tujuan
masalah.............................................................................. 6
BAB II : PEMBAHASAN
Islam Agama Yang Benar……………..................................................... 7
BAB III : PENUTUPAN......................................................................... 16
- Kesimpulan.................................................................................... 16
- Kesimpulan.................................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
“Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengutusku untuk mempersulit
atau memperberat, melainkan sebagai seorang pengajar yang memudahkan.” (HR.
Muslim,dari ‘Aisyah)
Islam mempunyai karakter sebagai agama yang benar dan penuh
kemudahan seperti telah ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam firmanNya:
وماجعل عليكم في الدين من حرج
“…dan Dia tidak menjadikan kesukaran dalam
agama atas diri kalian.”
Sementara dalam sebuah haditsnya,
Nabi Saw. pun bersabda:
إن الله لم يبعثني معنتا ولامتعنتا
ولكن بعثني معلما ميسرا
“Sesungguhnya Allah Swt. tidak
mengutusku untuk mempersulit atau memperberat, melainkan sebagai seorang
pengajar yang memudahkan.” (HR. Muslim, dari ‘Aisyah)
Visi Islam sebagai agama yang mudah
di atas termanifestasi secara total dalam setiap syari’atnya. Sampai-sampai,
Imam Ibn Qayyim menyatakan, “Hakikat ajaran Islam semuanya mengandung rahmah
dan hikmah. Kalau ada yang keluar dari makna rahmah menjadi kekerasan, atau
keluar dari makna hikmah menjadi kesia-siaan, berarti itu bukan termasuk ajaran
Islam. Kalaupun dimasukkan oleh sebagian orang, maka itu adalah
kesalahkaprahan.”
Ada beberapa prinsip yang secara
kuat mencerminkan betapa Islam merupakan agama yang mudah. Yaitu di antaranya:
Pertama, menjalankan syari’at Islam boleh
secara gradual (bertahap). Dalam hal ini, seorang muslim tidak serta-merta
diharuskan menjalankan kewajiban agama dan amalan-amalan sunnah secara
serentak. Ada tahapan yang mesti dilalui: mulanya kita hanya diperintahkan
untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agama. Setelah yang pokok-pokok
berhasil dilakukan dengan baik dan rapi, kalau punya kekuatan dan kesempatan,
maka dianjurkan untuk menambah dengan amalan-amalan sunnah. Izin untuk
mengamalkan syari’at Islam secara bertahap ini telah dicontohkan oleh
RasululLah Saw. sendiri. Suatu hari, seorang Arab Badui yang belum lama masuk
Islam datang kepada RasululLah Saw. Ia dengan terus-terang meminta izin untuk
sementara menjalankan kewajiban-kewajiban Islam yang pokok saja, tidak lebih
dan tidak kurang. Beberapa Sahabat Nabi menunjukkan kekurang-senangannya karena
menilai si Badui enggan mengamalkan yang sunnah. Tapi dengan tersenyum, Nabi
Saw. mengiyakan permintaan orang Badui tersebut. Bahkan beliau bersabda: “Dia
akan masuk surga kalau memang benar apa yang dikatakannya.”
Kedua, adanya anjuran untuk memanfaatkan
aspek rukhshah (keringanan dalam praktek beragama). Aspek Rukhshah ini
terdapat dalam semua praktek ibadah, khususnya bagi mereka yang lemah kondisi
tubuhnya atau berada dalam situasi yang tidak leluasa. Bagi yang tidak kuat
shalat berdiri, dianjurkan untuk shalat sambil duduk. Dan bagi yang tidak kuat
sambil duduk, dianjurkan untuk shalat rebahan. Begitu pula, bagi yang tidak
kuat berpuasa karena berada dalam perjalanan, maka diajurkan untuk berbuka dan
mengganti puasanya di hari-hari yang lain.
Dalam sebuah hadits Qudsi Allah Swt. berfirman:
إن الله يحب أن تؤتي رخصه كما يكره أن
تؤتي معصيته
“Sesungguhnya Allah suka kalau
keringanan-keringananNya dimanfaatkan, sebagaimana Dia benci kalau kemaksiatan
terhadap perintah-perintahNya dilakukan.” (HR. Ahmad, dari Ibn ‘Umar ra.)
Dalam sebuah perjalanan jauh,
RasululLah Saw. pernah melihat seorang Sahabatnya tampak lesu, lemah, dan
terlihat berat. Beliau langsung bertanya apa sebabnya. Para Sahabat yang lain
menjawab bahwa orang itu sedang berpuasa. Maka RasululLah Saw. langsung
menegaskan: “Bukanlah termasuk kebajikan untuk berpuasa di dalam perjalanan
(yang jauh).” (HR. Ibn Hibbân, dari Jâbir bin ‘AbdilLâh ra.)
Ketiga, Islam tidak mendukung praktek
beragama yang menyulitkan. Disebutkan dalam sebuah riwayat, ketika sedang
menjalankan ibadah haji, RasululLâh Saw. memperhatikan ada Sahabat beliau yang
terlihat sangat capek, lemah dan menderita. Maka beliau pun bertanya apa
sebabnya. Ternyata, menurut cerita para sahabat yang lain, orang tersebut bernadzar
akan naik haji dengan berjalan kaki dari Madinah ke Mekkah. Maka RasululLâh
Saw. langsung memberitahukan, “Sesunguhnya Allah tidak membutuhkan tindakan
penyiksaan diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh orang itu.” (HR. Bukhâri
dan Muslim, dari Anas ra.)
Demikianlah, Islam sebagai agama
yang rahmatan lil’ ‘alamin secara kuat mencerminkan aspek hikmah dan
kemudahan dalam ajaran-ajarannya. Dan kita sebagai kaum muslimin, telah dipilih
oleh Allah Swt. untuk menikmati kemudahan-kemudahan tersebut. Diceritakan oleh
‘Aisyah ra. bahwa RasululLâh Saw. sendiri dalam kesehariaannya, ketika harus
menentukan antara dua hal, beliau selalu memilih salah satunya yang lebih
mudah, selama tidak termasuk dalam dosa. (HR. Bukhâri dan Muslim)
Akan tetapi, kemudahan dalam Islam
bukan berarti media untuk meremehkan dan melalaikan kewajiban-kewajiban yang
telah ditetapkan. Rukhshah tidak untuk dijadikan apologi,
keringanan-keringanan dari Allah bagi kita jangan sampai membuat kita justru
menjadi jauh dariNya. Karakter Islam sebagai agama yang mudah merupakan
manifestasi nyata bahwa ajaran Islam bukanlah sekumpulan larangan yang
intimidatif, melainkan ajaran yang mewedarkan kasih-sayang. Sehingga dengan
demikian, ketika kita menjalankan ajaran-ajaran Islam, motivasinya bukan karena
kita takut kepada Allah Swt., tapi lebih karena kita rindu dan ingin lebih
dekat denganNya. Bukan karena kita ngeri akan nerakaNya, namun lebih karena
kita ingin bersimpuh di haribaanNya –di dalam surga yang abadi.
- Rumusan Masalah
1. Apakah islam itu
2. Bagaimana konsep kebenaran agama islam
3. Bagaimana keadaan islam dalam sejarah
- Tujuan Masalah
1. Bisa mengetahui pengertian islam yang sesungguhnya
2. Bisa mengetahui konsep kebenaran islam
3. Bisa mengetahui keadaan islam dalam sejarah
BAB II
PEMBAHASAN
ISLAM AGAMA YANG BENAR
1)
Definisi
atau Pengertian Agama Islam
Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal
‘aqidah, syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya. Allah Allah Azza wa Jalla
menyuruh manusia untuk menghadap dan masuk ke agama fitrah. Allah Allah Azza wa
Jalla berfirman dalam surat ar-Ruum ayat 30.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ
اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ
الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30)
Artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan
lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang Dia telah menciptakan
manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah)
agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam
keadaan fitrah, hingga kedua orang tuanyalah yang men-jadikannya Yahudi,
Nasrani, atau Majusi”.
Tidak mungkin, Allah Allah
Azza wa Jalla yang telah menciptakan manusia, kemudian Allah Allah Azza wa Jalla
memberikan beban kepada hamba-hamba-Nya apa yang mereka tidak sanggup lakukan. Islam
dalam bahasa Arab, al-islam mempunyai makna “berserah diri kepada Tuhan”. Islam
adalah adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk
agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari
langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu
seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai
agama terbesar kedua di dunia. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan
Muslim, adapun lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat
bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada
manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan
sungguh-sungguh bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah nabi dan rasul terakhir yang
diutus ke dunia oleh Allah.
Umat Muslim percaya bahwa
Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul
utusan-Nya, seperti Nabi Adam as., Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan
nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi
dan rasul dalam Islam) yang diakhiri oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai nabi dan
rasul utusan Allah terakhir sepanjang masa (khataman-nabiyyin). Umat Islam juga
meyakini Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan
oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril yang
sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (QS Al-Baqarah:2). Allah juga telah
berjanji akan menjaga keotentikan Al-Quran hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Umat Islam juga percaya bahwa Islam adalah agama yang dianut oleh seluruh nabi
dan rasul utusan Allah sejak masa Nabi Adam as., dengan demikian tentu saja
Nabi Ibrahim as. juga menganut Islam (QS Al-Baqarah:130-132) 2:130. Pandangan
ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang
mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam Al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen
sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.
Apabila orang sudah memasuki
agama islam maka mereka wajib mematuhi Rukun Islam yaitu:
- Syahadah (الشهادة), yaitu fahaman asas ajaran Islam:
اشهد ان لا اله الا الله اشهد ان محمدا رسول الله
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawa Muhammad
adalah pesuruh Allah
Perjanjian ini adalah asas untuk semua kepercayaan dan amalan lain dalam
Islam. Muslim harus mengulangi syahadah ini dalam solat, dan
bukan-Muslim yang ingin memeluk Islam diperlukan untuk mengucap kalimah ini.[49]
- Solat (صلاة), atau amalan sembahyang, wajib dilakukan lima kali sehari. Setiap
solat perlu menghadap Kaabah di Makkah. Di kebanyakan negara Muslim, peringatan yang dipanggil Azan disiarkan secara umum dari masjid tempatan pada masa yang sesuai.
- Puasa (صوم), yaitu berpuasa pada bulan Ramadan. Muslim tidak boleh makan atau minum dari subuh hingga senja pada
bulan ini, dan harus berwaspada dari dosa lain.
- Zakat (زكاة), atau pemberian
sedekah. Amalan pemberian
ini wajib untuk semua Muslim yang mampu, berdasarkan pada kekayaan yang
dikumpul. Bahagian yang ditetapkan digunakan untuk membantu yang miskin
dan yang memerlukan, dan juga untuk membantu menyebarkan Islam.
- Haji (حج), yaitu ziarah semasa bulan Zulhijjah ke bandar Makkah. Setiap Muslim yang mampu (dari segi badan dan harta) wajib
menunaikan haji sekurang-kurangnya sekali seumur hidupnya.
Orang islam juga harus mempercayai rukun iman yang terdiri
dari enam perkara. Iman ialah
membenarkan dengan hati, menyatakan dengan lisan, dan melakukan dengan anggota
badan. Para ulama menetapkan setiap Muslim mestilah percaya kepada enam perkara
asas dalam Islam yang dikenali sebagai Rukun Iman, iaitu
percaya pada Allah, pesuruhNya, malaikatNya, wahyuNya, Hari Kiamat, dan
pada qada dan qadar.
1.
Iman Kepada Allah SWT
Dalam
teologi tradisi Islam, Allah itu di luar pemahaman manusia. Muslim tidak perlu
membayangkan Allah, cuma memuja dan sujud padaNya sebagai pencipta alam. Mereka
mempercayai tujuan kewujudan ialah untuk menyembah Tuhan.
Qur'an kadangkala memberikan Allah dengan nama atau sifat lain, seperti al-Rahman,
bermakna "Maha Pengasih" dan al-Rahim, bermakna "Maha
Penyayang" (lihat Asmaul Husna).
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1)
اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا
أَحَدٌ (4)
"Dialah
Allah Yang Maha Esa; Allah, Yang Kekal, Mutlak; Dia tiada beranak dan Dia pula
tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya." (112:1-4)
Dengan
itu Muslim menolak doktrin Tritunggal
Kristian, dan membandingkannya kepada politeisme.[31]
2. Iman Kepada Kitab-kitab
Allah
Muslim mempercayai bahwa
terdapat beberapa kitab suci yang diturunkan Allah kepada nabi-nabinya, dengan al-Quran sebagai kitab terakhir. Mereka juga mempercayai kandungan kitab-kitab
sebelum al-Quran, Taurat dan Injil, telah dipasongkan sama dari segi tafsiran, teks, atau keduanya. Muslim menganggap al-Qur'an
sebagai kalam Allah; ia adalah pusat teks keagamaan Islam yang diturunkan dalam bahasa Arab. Muslim percaya bahawa ayat
Al-Qur'an telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. oleh Allah melalui
malaikat Jibrail. Sekitar tahun 8 Juni 632 Al-Qur'an dilaporkan telah ditulis oleh sahabat Nabi semasa baginda masih hidup, namun cara utama penyampaian ialah melalui
lisan. Ia telah disusun pada zaman khalifah pertama Abu Bakar as-Siddiq, dan telah dipiawaikan di bawah pentadbiran khalifah ketiga Utsman bin Affan.
Al-Qur'an dibagi pada 114 surah, atau bab, yang apabila digabungkan, mengandungi 6,236 ayat. Surah lebih awal secara kronologinya, diturunkan di Makkah, menekankan
topik etika dan kerohanian. Surah Madaniyyah berikutnya kebanyakannya
membincangkan isu sosial dan moral yang berkaitan dengan masyarakat Muslim.
Al-Qur'an lebih menekankan panduan moral berbanding ajaran undang-undang, dan
dianggap "buku sumber prinsip dan nilai Islam". Pakar undang-undang
Muslim merujuk hadith, atau rekod bertulis kehidupan Nabi Muhammad s.a.w., sebagai tambahan
kepada al-Qur'an dan untuk membantu menafsirkannya. Sains ulasan dan takwil
al-Qur'an dikenali sebagai tafsir.
3. Iman pada Malaikat-malaikat
Allah
Kepercayaan kepada
malaikat merupakan satu lagi asas keimanan Islam. Kata bahasa Arab untuk
malaikat (malak) bermaksud "utusan". Menurut Al-Qur'an,
malaikat tidak memiliki tekad bebas, dan menyembah Allah dengan kepatuhan sempurna. Tugas malaikat termasuk
menyampaikan wahyu dari Allah, mengagungkan Allah, mencatat setiap perbuatan
manusia, dan mengambil jiwa manusia di akhir hayatnya. Mereka juga difikirkan
untuk menjadi perantara bagi pihak manusia. Al-Qur'an menguraikan malaikat
sebagai "utusan dengan dua, atau tiga, atau empat pasang.
4. Iman pada Nabi dan Rasul
Allah
Kaum Muslim mengakui para nabi (Arab: نبي) dan rasul (رسول) sebagai manusia yang dipilih
Tuhan untuk menjadi utusanNya. Menurut Qur'an, semua nabi merupakan manusia dan
bukan tuhan, walaupun mereka mendapat mukjizat yang membuktikan kenabian mereka. Teologi Islam menyatakan semua rasul menyampaikan pesanan Islam penyerahan kepada kehendak Tuhan. Al-Qur'an
menyebut nama beberapa orang yang dianggap nabi, termasuk Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. Muslim juga percaya bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad s.a.w. (Penutup semua Nabi) untuk menyebarkan pesanan ketuhanan ke seluruh alam (untuk menyimpulkan
dan memuktamadkan kata Tuhan), sedangkan rasul-rasul sebelum baginda dihantar
kepada puak atau kaum tertentu sahaja.
5. Iman pada Kebangkitan dan
pengadilan (hari kiamat)
Kepercayaan pada
"Hari Kebangkitan", Yaum al-Qiyāmah (juga dikenali sebagai yaum ad-dīn, "Hari Pengadilan" dan
as-sā`a, "Saat Terakhir") juga penting pada Muslim. Mereka
percaya bahawa masa Qiyāmah telah ditentukan oleh Allah tetapi tidak
diketahui oleh manusia. Ujian dan kesengsaraan yang mendahului dan semasa Kiamat dihuraikan dalam al-Qur'an dan hadith, dan juga dalam komentar dari ulama. Al-Qur'an menekankan kebangkitan jasad, suatu pemecahan dari kefahaman Arab pra-Islam tentang kematian. Ia menyatakan bahawa kebangkitan akan diikuti oleh
perhimpunan manusia, dan pengadilan mereka oleh Allah.[43]
Al-Qur'an menyenaraikan
beberapa dosa yang boleh membawa seseorang ke neraka, seperti kufur, riba dan ketidakjujuran. Muslim melihat syurga (jannah) sebagai tempat keriangan dan kebahagiaan, dengan rujukan al-Qur'an
menghuraikan sifatnya dan keseronokan fizikal yang akan datang. Terdapat juga
rujukan kepada ridwān (kegembiraan dan senang hati).[44] Tradisi mistik dalam Islam meletakkan keseronokan kesyurgaan ini dalam
konteks kesedaran yang amat terhadap Allah.[45]
6. Iman pada Takdir (Qodlo
dan Qodar)
Selaras dengan kepercayaan
Islam dalam takdir, atau ketentuan tuhan (al-qadā
wa'l-qadar), Allah mempunyai
pengetahuan dan kawalan penuh ke atas semua yang berlaku. Ini dijelaskan dalam
ayat al-Qur'an seperti "Katakan: 'Tidak sekali-kali akan menimpa kami
sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah
Pelindung kami'…"[46] Bagi Muslim, segala di dunia yang berlaku, baik atau jahat, telah
ditentukan dan tiada apa yang boleh berlaku kecuali atas izin Allah. Menurut
ahli teologi Muslim, walaupun peristiwa telah ditentukan, manusia memiliki
tekad bebas dan dia boleh memilih antara betul atau salah, dan demikian
bertanggungjawab atas perbuatannya. Menurut tradisi Islam, semua yang telah
ditakdirkan oleh Allah ditulis dalam al-Luh al-Mahfūz, "Batu
Suratan Terpelihara".
2)
Islam Dalam
Sejarah
Sebelum
Islam bertapak di tanah Arab di bawah pimpinan Muhammad, terdapat empat jenis
kepercayaan yang berpengaruh di sana.
- Arab Jahiliah
Mereka adalah
penyembah-penyembah berhala yang percaya kepada satu Tuhan yang Maha Tinggi,
dewa-dewi dan berbagai jenis kuasa ghaib. Walaupun begitu, sebilangan besar
daripada mereka (terutamanya bani Quraisy di Mekah) mengaku diri mereka dari
keturunan Ibrahim. Rumah berhala mereka yang terkenal ialah Ka’bah yang
bertempat di Mekah. Di dalamnya terdapat berbagai objek-objek pujaan dan
berhala.
- Yahudi
Pada zaman
Muhammad, terdapat ramai orang Yahudi di tanah Arab. Sebilangan besar dari
mereka bukan Yahudi sejati melainkan yang telah memeluk agama Yahudi. Menurut
Yaqubi, bani Yahudi Quazah dan Nadhir di Madinah merupakan suku-bangsa Arab
Jurham yang telah diyahudikan. Orang Yahudi pada masa itu lebih berpengetahuan
tentang dongeng rakyat dan tulisan ulama mereka daripada apa yang sebenarnya di
tulis dalam Taurat. Malah, ada yang telah lupa bahasa asal mereka dan tidak
dapat lagi membaca kitab Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Kerana
ulama-ulama Yahudi sahaja yang memahami kitab Taurat, ayat-ayat dari kitab itu
terpaksa diterjemahkan secara spontan ke dalam bahasa Arab dalam
upacara-upacara sembahyang umum.
- Kristian
Orang yang
pertama menjadi Kristian ialah orang Yahudi. Mereka berbeda dengan orang Yahudi
lain kerana menerima Isa sebagai Al-Masih yang telah dijanjikan Allah. Apabila
semakin ramai orang bukan Yahudi memeluk agama Kristian, mereka mula membentuk
identiti mereka sendiri. Pada zaman Muhammad, orang Kristian telah wujud selama
enam ratus tahun. Dalam masa yang singkat itu, agama Kristian berjaya menjadi
agama utama di Timur Tengah.
Akan tetapi
orang Kristian pada masa itu telah pudar semangat dan banyak ajaran-ajaran
sesat telah berjaya memecahbelahkan penduduk Kristian kepada kelompok-kelompok
yang bertentangan fahaman. Ramai orang keliru tentang fahaman Kristian yang
benar terutamanya mereka yang tidak berpeluang membaca Alkitab (gabungan kitab
Taurat, Mazmur dan Injil) untuk mengkaji isu-isu yang diperdebatkan.
- Hanif
Perkataan Hanif
bermaksud "Dia yang berpaling" yaitu dari penyembahan berhala. Orang
Hanif ialah orang Arab Jahiliah yang telah dipengaruhi oleh fahaman Yahudi dan
Kristian lalu mereka menolak amalan penyembahan berhala. Mereka tidak berjama’ah
tetapi percaya agama yang benar yaitu agama yang dipegang bapak dan leluhur bangsa
mereka Nabi Ibrahim.
Agama Yahudi,
Kristian dan Islam masing-masing menuntut mewakili agama Ibrahim yang sebenarnya.
Yang menarik bahwa dari empat Hanif yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, tiga dari
mereka menemui kebenaran yang dicari-cari mereka dalam agama Kristian.




Sebelum
kerasulannya, Muhammad merupakan seorang Hanif. Pada setiap tahun, di bulan
Ramadan, dia akan pergi bertapa di Gua Hira yang berdekatan dengan Mekah.
Amalan ini sebenarnya berasal dari orang Kristian di Syria yang kemudiannya
menjadi popular di kalangan orang Arab.
Mengikuti
ajaran Islam, kenabian Muhammad bermula pada satu malam pada bulan Ramadan tatkala
dia terdengar satu suara menyuruh dia "mengucap" (yakni ayat-ayat
Al-Quran yang akan diturunkan kepadanya). Suara ini didengarnya ketika dia
sedang bertapa di Gua Hira. Apabila dia mempertimbangkan kata-kata tersebut,
malaikat Jibrail telah menjelma dan memberitahunya, "Muhammad! Engkaulah
rasul Allah."
Pada mulanya
Muhammad menyebarkan mesej Islam di kalangan orang Arab saja. Selepas dia
berhijrah ke Madinah (yang banyak berpenduduk Yahudi), dia cuba memujuk orang
Yahudi menerimanya sebagai seorang nabi setaraf nabi-nabi dalam kitab Taurat.
Muhammad mengelar orang Yahudi dan Kristian "ahli-ahli kitab".
Walaupun begitu, orang Yahudi menentang Muhammad dan menolak mesejnya. Mereka
yakin kitab suci mereka tidak menyatakan apa-apa tentangnya. Sejak dari itu,
Muhammad mula bermusuhan dengan mereka.
3)
Agama Ibrahim
Allah SWT
berfirman :
إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ
لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (131)
(Ingatlah)
ketika Tuhan berfirman kepada Ibrahim: Islamlah engkau! Jawabnya: Saya telah
Islam(patuh mengikut) Tuhan semesta alam. (2 Surah Al-Baqarah ayat 131)
Allah juga
berfirman :
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ
لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ
اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا (125)
Siapakah yang
terlebih baik agamanya dari orang yang menundukkan mukanya kepada Allah sedang
ia berbuat kebaikan dan mengikut agama Ibrahim yang lurus? Allah telah
mengangkat Ibrahim itu sebagai tolan (sahabat). (Surah
An-Nissa’ ayat 125)
Agama
Ibrahim ialah agama penundukan dan ketaatan kepada perintah-perintah Allah.
Ibrahim menikmati banyak berkat kerana kejayaannya tunduk dan taat kepada
Allah. Dia telah diberi anak yang soleh walaupun sudah berusia, anaknya ditebus
Allah ketika Ibrahim patuh kepada arahan Allah (melalui mimpi) untuk
menyembelih anaknya dan dia dijadikan imam bagi manusia. Akan tetapi berkat
paling besar dialami Ibrahim ialah penghormatan menjadi sahabat Allah.
4) Nabi Muhammad Pembawa
Risalah Islam
Nabi Muhammad s.a.w. (sek.
570 – 632) adalah seorang peniaga yang kemudian menjadi pemimpin agama, politik
dan ketenteraan. Baginda dilihat sebagai utusan terakhir Tuhan, dan bukan
pencipta Islam. Muslim mempercayai bahawa baginda merupakan pemulih kepercayaan
monoteistik asal Nabi Adam, Ibraham, Musa, Isa dan lain-lain. Baginda dilihat
sebagai nabi terakhir dan terhebat manusia yang paling sempurna, dan pemilik semua
sifat unggul. Baginda dilaporkan menerima wahyu dari Allah selama 23 tahun
kehidupan terakhirnya, bermula pada usia 40 tahun. Kandungan wahyu ini,
dikenali sebagai al-Qur'an, telah dihafal dan direkodkan oleh sahabat baginda.
Semasa zaman ini, Nabi
Muhammad s.a.w. berdakwah kepada orang Makkah, merayu mereka untuk meninggalkan politeisme. Walaupun sesetengahnya
memeluk Islam, Nabi Muhammad s.a.w. dan pengikutnya telah ditindas oleh pihak
berkuasa Makkah. Selepas 13 tahun berdakwah, baginda dan orang Muslim berhijrah ke bandar Madinah (dahulu dikenali sebagai Yathrib) pada 622. Di sana, dengan mualaf
Madinah (Ansar) dan pendatang Makkah (Muhajirin), Nabi Muhammad s.a.w. mendirikan kuasa keagamaan dan politiknya. Beberapa pertempuran terjadi dengan Musyrikin Makkah dan
orang Yahudi Madinah yang menentang Muslim diusir. Pada masa yang sama, laluan
perdagangan Makkah disekat sambil Nabi Muhammad s.a.w. membawa puak-puak padang
pasir di sekeliling Madinah masuk ke pihaknya. Pada 629 baginda telah menakluki Makkah dengan hampir tanpa pertumpahan darah, dan pada masa kewafatannya pada 632
telah menguasai seluruh Semenanjung Arab.
BAB III
PENUTUP
Alhamdulillahi robb al-‘alamin akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan dengan semaksimal mungkin walau mungkin jauh
dari sempurna, penulis banyak mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua
pihak yang telah memberi dukungan baik secara materiil maupun moril, semoga
makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi kita semua umumnya .
a)
Kesimpulan
Islam
berasal dari bahasa Arab al-islam yang berarti “berserah diri kepada Tuhan”.
Agama islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini
termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya
diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim.
Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah,
syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya.
b)
Saran
Demikianlah makalah ini kami persembahkan dan hanya sebatas inilah
kemampuan penulis dalam menyusun makalah. Semoga para pembaca terutama dosen
pengampuh mata kuliah ilmu Bahasa Indonesia Perguruan tinggi STAI BU
Tambakberas Jombang dapat mengambil sedikit banyak manfa’at dari makalah ini.
Saran
dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak terutama teman-teman seperjuangan
di perguruan tinggi STAI BU Tambakberas Jombang serta dari dosen-dosen yang
sangat kami harapkan. Dan semoga makalah ini memberi guna dan manfaat. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Azizi
Chasbullah. 2008. Aliran-aliran Teologi Islam. Kaisar : Kediri
Rahim,husni.2001. Arah Baru
Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: logos, 2001
Khudlori Syeh. Tareh Tasyre’
. Al-Hidayah : Surabaya